Minggu, 18 Maret 2012

Ragi instan atau Yeast

Ragi atau yeast itu ada macam-macam, diantaranya :
  • Ragi cair (liquid yeast)
  • Ragi Basah (Compressed yeast)
  • Ragi kering aktif (Active Dry Yeast)
  • Ragi Beku (Frozen Yeast)
  • Instant Dry Yeast (Ragi Kering Instan)
Nah Kalo yang biasa beredar dan digunakan oleh homebaker adalah tipe Instant Dry Yeast atau ragi instan (seperti di foto).
Dijual 1 box isi 4 pcs @11 gram, atau per bungkus (terakhir beli 3.000 rupiah untuk 11 gr/1 bungkus) bisa didapat dimana saja, include warung-warung kecil.
Kedua merek di foto itu bersertifikat HALAL
Ragi itu sendiri sebenarnya adalah microorganisme, yang bisa aktif kembali setelah mendapatkan suhu dan asupan makanan yang cukup.
asupan makanan yang dimaksud adalah gula dan air, khususnya gula, microorganisme pada pada ragi akan merubah gula menjadi karbondiaksoda, yang kemudian tertahan adonan dan menyebabkan adonan mengembang.
Ragi bisa juga menjadi mati apabila pada saat digunakan atau disimpan terkena suhu ekstrim (sangat panas atau sangat dingin), pada resep-resep indonesia air yang digunakan biasanya air es, untuk membantu menjaga kestabilan suhu ragi (Indonesia panas boo, kalo resep luar malah katanya pakai air hangat, tapi bikinnya di luar negri juga yak, jangan resep luar dibikin di indonesia, kaciaaaann nanti kuenya bantet :D )
Garam juga menghambat kerja ragi, jadi jangan coba-coba menjodohkan ragi dengan garam  :D
boleh koqq ragi ketemu garam, tapi setelah ragi bercampur dengan bahan lain, pokoknya masukkan garam ke adonan pada bagian terakhir setelah adonan rata. Jangan lupa butter dan margarine juga mengandung garam ya ;-)
untuk mengetahui apakah ragi instan masih berfungsi dengan baik bisa dilakukan pengujian sbb :
masukkan sedkit ragi ke dalam air hangat, setelah 5 menit kemudian bila tidak membentuk gelembung bisa dikatakan ragi telah mati dan tidak bisa digunakan
referensi :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar